hampir mati

terlalu banyak detik yang tertinggal di belakang, dan aku tak mau meratapinya …


sesuatu dari masa lalu

setiap kita tentu memiliki masa lalu. berlikukah itu, atau monoton bak jalan tol. adem ayem tanpa dosa, atau justeru kelam penuh debu hitam. dan hadirnya kita saat ini, tentu merupakan sebuah proses panjang, akumulasi waktu dari detik jam yang sudah tertumpuk dan menggunung dari masa lampau, jadilah kita sekarang ini, tengah membaca catatan dari seseorang yang tidak penting.

ketika ada sebuah kenangan indah, bahagia menyeruak, memaksa bibir kita untuk menyunggingkan senyum mengingatnya, barangkali ada di antara kita yang berkata, betapa cepat waktu berlalu, kebahagiaan tersebut, seperti baru kemarin terjadi. dan ketika ada setumpuk kenangan hitam yang memaksa hadir, menampar sisi kesadaran kita, kitapun terhenyak, tak jarang menangis tersedu, betapa hitamnya aku dulu, betapa dosanya aku dulu, betapa bejatnya a … k … u … du …lu. seandainya waktu bisa diputar, aku akan memilih jalan yang lain. tidak akan aku lakukan dosa itu. penyesalan hadir. tertumpuk di pundak kita, dan akhirnya kita merasakan seolah sulit untuk melangkah. berat. dosa-dosa sudah terlanjur menggunung dalam kehidupan, parahnya tak jarang kita justeru mengulang hal yang sama, semakin menyerahkan diri dalam kubangan jeram nista yang menarik seluruh akal sehat kita. gila.

“penyesalan selalu hadir di penghujung acara. tak jarang datangya membuat hati kita serasa di tumbuk godam. bhumm dan kitapun terhempas”

mengenang setiap yang berlalu di belakang memang bukan sesuatu yang salah, asalkan disikapi dengan benar. jika ada torehan noda yang pernah kita lakukan, maka ingatlah hal tersebut sebagai cambuk agar kita tidak melakukannya ulang. jika ada kebahagiaan yang pernah sempat membuat kita tersenyum, jangan terlena, toh semua itu sudah teramat jauh dari diri kita saat ini.

satu hal yang ingin disampaikan disini adalah; masalalu itu memang telah menjadi sesuatu dalam hidup kita.adanya tidak bisa kita musnahkan. hal terpenting bukanlah dengan meratapinya, tapi jadikanlah setiap persitiwa di belakang kita sebagai pelajaran berharga dan jadikan masa sekarang adalah masalu kita yang indah kelak. itu artinya, saat ini, sekarang ini, berbuatlah dengan benar. bersikaplah dengan benar, agar kehidupan kita di masa depanpun benar, dan agar kelak masalalu kita adalah masalalu yang benar.

dan kawan-kawan, masbro sekalian, dunia ini kelak akan menjadi masalalu bagi kita. di masa mendatang, di dunia bernama akhirat, ada di antara manusia yang menyesali keadaannya saat itu, ia merana, menangis, mengiba pada Allah SWT untuk dikembailkan ke dunia, dan berjanji tidak akan pernah melakukan keburukan yang membuatnya mendekam dalam kobaran api dan itu adalah percuma, Allah SWT tidak akan mengabulkan permintaan bodoh tersebut:

“Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang dhalim menggigit dua tangannya, seraya berkata, “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. (al-furqon; 27)
“(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan”. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan (100) [QS. Al-Mu’minuun : 99-100]

“Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami daripadanya (dan kembalikanlah kami ke dunia), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang dhalim”. Allah berfirman, “Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku”. [QS. Al-Mu’minuun : 107-108]

kawan-kawan, masbro sekalian, tentu kita tidak mau masa depan kita di akherat kelak seperti gambaran ayat di atas. kita ingin menikmati masa depan dalam dekapan ketenangan syurga. dalam tawa renyah bidadari bermata jeli. dan mari kita siapkan semua itu sedari sekarang, selagi saat ini.

jika kita, siapapun itu, pernah melakukan dosa yang hingga saat ini selalu menghantui hari-hari, lupakanlah jika memang sekarang kita sudah berubah, teruslah berjalan menembus kebaikan, meraih keberkahan dan Ridho-Nya. yang terpenting, bukanlah masa lalu kita, kita adalah kita saat ini, yang telah berubah menjadi baik, menjadi benar. peduli setan dengan kegelapan kita di masa silam. salam perubahan. –gd–

–akan lebih baik jika kita membaginya pada yang lain–.

banjarmasin, 2012


Dunia; antara kehancuran dan kebangkitan.

Dunia; antara kehancuran dan kebangkitan.
“Ketika kondisi dunia semakin rusak. Kerajaan iblis semakin jelas menjelma menjadi istana ditengah masyarakat. Gunung-gunung dosa semakin menjulang. Menutup mata manusia-manusia lemah. Menarik mereka untuk turut dalam hitam yang berkubang. Pada saat itu, seharusnya kita tersentak dan sadar; Dimana posisi kita???

Di Indonesia kerusakan-kerusakan terjadi setiap hari. Kasus korupsi sudah terlanjur luar biasa terkutuknya. Belum tuntas satu kasus, muncul kasus lain. Ribuan kasus yang menjadikan pelakunya digelari sebagai “tikus” ini, menjadi sangat fatal. Menjadi tradisi yang mendarah daging di tengah para pemangku amanat. Di tingkat pejabat (baca; penjahat) tinggi sampai jajaran kelas bawah, korupsi adalah “kewajaran”. Adalah setan yang sudah terlanjur digdaya duduk di batok kepala mereka. Pejabat tidak korupsi, adalah pejabat yang tidak keren. Adalah pejabat yang sok alim. Pun dengan tikus pelakunya, tidak sedikit diantaranya yang bebas. Yang tertangkappun tidak mendapat hukuman yang setimpal. Padahal seharusnya, tikus-tikus busuk itu sudah mati.
Itu jika kita hanya bicara masalah korupsi. Catat saja, kasus-kasus yang terjadi di Indonesia ini sudah terlanjur sangat banyak, sangat tidak terhitung. Terjadi disemua lini. Menyerang semua sisi. Pendidikan. Pergaulan. Budaya. Social. Dan tentunya agama, dll.
Penumpulan-penumpulan jiwa kaum muslimin juga terus digencarkan. Remajanya dicekoki dengan sampah-sampah budaya. Wajar, mereka menjadi remaja yang porno. Remaja yang doyan aborsi. Doyan nyabu. Doyan tawuran. Doyan perempuan. Doyan kerusakan. Doyan dosa. Ya, karena memang system di negeri ini yang menjadikan mereka begitu. Seorang politik barat pernah mengatakan; IF YOU ACCEPT DEOCRACY, YOU’LL GET AIDS, ABORTION, PORN,AS T’S BONUS”.
Di lingkup duniapun terjadi kerusakan-kerusakan itu. Gejolak dimana-mana. Pembantaian atas kaum muslimin tak berdosapun menjadi tontonan yang membuat sebagian besar penontonya berdecak; oh sudah 1o.ooo rakyat syria dibantai Assad. Hanya itu yang terucap. Kebangsatan yang dilakukan pemimpin gila itu tidak lantas menggerakkan para penguasa muslim. Mereka lantas menjadi banci, padahal agama yang mereka anut mengajarkan bahwa setiap muslim itu bersaudara, diseluruh dunia. Inilah sebuah fakta nyata ketika ummat muslim kehilangan induknya; Daulah Khilafah Islamiyah. Kita, ummat muslim diseluruh dunia, menjadi lemah. Tidak terlindungi. Terberai Terbantai. Teracuni. Tersakiti dan mati.
Disadari atau tidak, kerusakan-kerusakan itu akan menggiring dunia pada satu titik; REVOLUSI. Rakyat akan kehilangan kepercayaan pada penguasa. Pada system. Rakyat akan merindukan keadaan yang damai. Keadaan yang jauh dari kebusukan dan kelicikan. Untuk itu harus ada yang mengarahan semangat mereka untuk meraih perubahan. Karena tida sedikit pula yang mengusung bendera perubahan dengan pola yang sama dari sebelum-sebelumnya. Perubahan-perubahan yang hanya sebatas tataran “turunkan SBY. Masih sangat sedikit yang berani lantang mengatakan turunkan DEMOKRASI. Buang Kapitalisme ke liang lahat. Ganti dengan SISTEM ISLAM. SISTEM YANG BENAR KARENA DITURUNKAN OLEH YANG MAHA BENAR.
Karena sudah cukup menjadi bukti, sistem-sistem yang pernah berkuasa dinegeri ini, dan dunia, (sosialis-kaptalis), tidak membawa perubahan kecuali perubahan menuju gerbang neraka kehancuran. Ganti rezimpun (reformasi), tidak mampu membawa negeri ini bangkit. Terbukti, rezim yang ada saat ini adalah rezim korup. Rezim bangsat. Maka jika sudah begitu, hanya orang bodoh yang masih percaya bahwa dengan ganti rezim, tanpa ganti system mampu membawa dunia menuju perubahan. Ganti sistempun jika bukan system ISLAM yang naik, akan menjadi omong kosong.
Sudah terang kiranya. Untuk saat ini yang dibutuhkan dunia hanya satu; TEGAKNYA KEMBALI DAWLAH KHILAFAH ISLAMIYAH BERDASARKAN MANHAJ KENABIAN. Bukan yang lain. Bukan sosialis-kapitalis-iblis.

Salam kepalan tangan. Salam REVOLUSI.
–Garisdepan–


Tokoh yang tidak bisa mengatur dirinya sendiri, tapi ingin mengatur masyarakat

“Tokoh yang tidak bisa mengatur dirinya sendiri, tapi ingin mengatur masyarakat”

Janggutnya tebal. Tubuhnya tambun. Ia berikrar agama adalah candu, bahkan benalu. Kendati demikian, ia dipuja sekaligus dibenci. Meski tuhan baginya hanya iming-iming bagi orang sulit. Iya, dia memang kesal terhadap Agama. Dengan mata kepala sendiri, ia menyaksikan kepengecutan ayahnya sebagai pendeta Yahudi yang menarik kata-kata dalam khotbahnya di bidang reformasi politik hanya karena takut dikucilkan sebagai bangsa Yahudi.

Adalah Karl Marx, pengusung sejati komunis itu yang sudah bak dewa bagi anak-anak kiri. Nama Karl Marx memang tidak asing di telinga kita. Ia banyak disorot pasca pemikiran-pemikirannya di bidang sosiologi, ekonomi, dan politik menjadi diktat wajib untuk dipelajari di kampus-kampus. Bukunya seperti Das Kapital dan Manifesto Komunis laris manis di pasaran dan coba diterapkan di masyarakat.

Akan tetapi, dibalik pemujaan bahkan kultus bagi generasi muda dunia terhadap diri seorang tokoh atheis tersebut, ada sekelumit catatan hitam dari pengalaman pribadi Marx yang jarang diketahui banyak orang. Kita hanya ingin bertanya: Betulkah Marx bisa mengurus masyarakat sedangkan ia tidak bisa menyelesaikan problem justru di kelompok terkecil dalam masyarakat: Keluarga!

Dalam lembaran catatan kelam tersebut, terkisah bagaimana gambaran hidup Marx selama ini. Pasca ayahnya meninggal, Karl Marx hidup dengan gelimang hutang disana-sini. Dalam kondisi tak berdaya, ia tidak bisa berbuat banyak. Tumpukan hutang yang menggunung menjadi sulit ia entaskan dalam kondisi ketidakadaan seorang ayah.

Wajah seorang ibu yang teduh, kemudian menjadi sasaran bagi Marx. Dengan nekat, Marx membebani utang pribadinya kepada sang ibu yang tengah menjanda. Sayangnya sang ibu malah menolak menjadi sandaran Marx untuk menutupi hutang-hutangnya, disamping keadaan telah renta, kondisi hutang Marx adalah beban tersendiri dalam keluarga.

Namun itu hanyalah sebuah kasus dari sisi negatif Marx selama ini, sebelumnya pada usia relatif remaja, Karl Marx sudah terkenal di kalangan kawan seumurannya sebagai seorang pecinta minuman. Sejak umur 17 tahun, kerongkongan Marx muda telah akrab dijejali literan anggur. Pada seluruh hidupnya tak terbesit sekalipun niat secara serius mencari kerja demi membantu keluarga. Karl Marx baru mendapat sedikit perubahan dalam sisi finansial, saat bertemu seorang pengagumnya yang bekerja di bidang penerbitan.

Menurut Herry Nurdi, Moses Hess demikian nama sang dewa penolong yang terkagum-kagum pada Marx itu. Karir Marx dalam penerbitan Hess meroket secepat kilat. Dari seorang editor ia menjadi pemimpin redaksi. Ia juga menjadi propagandis sosialis nomor wahid kala itu.

Menurut Marx, sudah waktunya bagi sosialisme untuk menuntut dan mendesak tidak lagi menyerukan ide-ide. Pada proses inilah, terjadi pergeseran pemikiran Marx dari seorang teoritis, menjadi ke arah praktis.

Dalam proses inilah Marx juga bertemu seorang komunis tulen yang kelak menjadi sahabatnya Frederich Engles (1820-1895). Seorang sahabat yang sangat sabar membiayai hidup Marx yang miskin dan kacau balau sampai akhir hayatnya.

Pada periode 1849 sampai akhir hayatnya, Marx hidup dalam buangan di Inggris. Sampai ia meninggal Marx memiliki masalah besar dalam mengatur dirinya sendiri. Ia lebih banyak menghabiskan waktunya di dalam perpustakaan British Museum, demi menggali dan menemukan teori ekonomi dan kapital. Kecuali untuk mengunjungi keluarganya yang terbengkalai.

Ketika Marx menulis Das Kapital, sebenarnya hidup Marx berada dalam keprihatinan. Ia hidup penuh kesulitan dan terlunta-lunta. Karl Marx menelurkan konsep ekonomi tanpa memperhatikan sama sekali kehidupan ekonomi keluarganya. Karl Marx bercita-cita tentang arti masyarakat sejahtera, namun sama sekali tidak coba dilaksanakan di keluarganya sendiri. Sang istri begitu pilu hidup bagai perempuan sebatang kara di tengah hutan tanpa banyak mendapat belaian kasih saying sang suami.

Bahkan untuk biaya kehidupan keluarganyapun, harus seorang Frederich Engels mengambil peran yang “ditinggalkan” Karl Marx. Engles lah yang mengucurkan dana keseluruhan bagi biaya hidup keluarga Marx. Berkat Engels pula, Das Kapital yang menjadi rujukan para komunis itu, bisa kita temui lengkap tiga jilid banyaknya.

Cyril Smith dalam bukunya Friedrich Engels and Marx’s Critique of Political Economy, berpendapat bahwa sebenarnya banyak orang percaya bahwa Engels sering gagal memahami karya Marx. Setelah kematian Marx, Engels menjadi juru bicara terkemuka bagi teori Marxian dan dengan mendistorsi dan terlalu meyederhanakan teorinya, meskipun ia tetap setia pada perspektif politik yang telah ia bangun bersama Marx.

Menurut Paul Johnson, sejatinya Karl Marx hanya menulis Das Kapital secara lengkap hanya di jilid pertama, sedangkan dua jilid terakhir di kumpulkan Engels dari surat menyurat yang dilakukannya kepada Karl Marx. Bisa dikata, tanpa ketekunan Engles bisa jadi nama Karl Marx hanya terpasung dalam status seorang pendedam dan pemarah tanpa bisa menyelesaikan tugasnya.

Setelah menyelesaikan jilid pertama dari Das Kapital, tahun 1867, kondisi kesehatan Karl Marx menurun drastis. Tokoh Yahudi tersebut mengalami tingkat kesehatan terburuk dalam hidupnya. Marx berada dalam situasi penuh kesulitan untuk menyelesaikan buku Das Kapitalnya.

Dalam bukunya, Intellectuals, Paul Johnson juga mengambarkan sisi lain dari emosi seorang Karl Marx. Dikisahkan bagaimana jatidiri Marx selama ini tidak lebih selalu dihiasi sifat tempramen, mabuk-mabukan, pemarah serta perokok berat. Saking beratnya, istrinya sendiri menuliskan jika kita masuk ke kamarnya, mata kita akan berair kena asap rokok yang bergumpal-gumpal di dalam kamar Marx. Semuanya kotor dan diselimuti debu, bahkan untuk duduk saja, di kamarnya adalah suatu pekerjaan menjijikan.

Dengan gaya hidup seperti itu, ia telah mengorbankan dirinya sendiri. Ia menjadi sangat jarang membersihkan diri ke kamar mandi, bahkan untuk sekedar mencuci muka. Ia tak memiliki waktu jelas kapan dia tidur dan kapan ia bangun. Bahkan Karl Marx pernah ditangkap polisi karena melakukan kekerasan dan menggunakan pistol akibat akibat emosinya tidak terkontrol. Disebutkan ia, melakukannya dalam keadaan tidak sadar atau sedang mabuk. Marx memang bukan pecandu alkohol, tapi di dalam bukunya Paul Johson mengatakan bahwa Marx memiliki jadwal rutin untuk bermabuk ria.

Istrinya wafat tahun 1881, anak perempuannya tahun 1882 dan Marx sendiri wafat di tahun 1883. Karl Marx seorang yang yang tak bisa mengatur dirinya sendiri itu, kini justru berusaha mengatur masyarakat lewat ekonomi, politik, bahkan sosiologi. Fotonya dibingkai di tembok-tembok sekolah sebagai sosiolog sejati. Ironis.

(Herry Nurdi)


aku=abi

menjadi ayah, menjadi laki-laki
kau harus bertanggung jawab
pad apa yang ada di bawah tanggunganmu

bukan hanya di dunia
bahkan hingga menapaki syurga
,semoga


Di Negeri ini kita hidup

DPR … DPR …

 

Kita kini hidup di bawah kerusakan. Kerusakan yang sudah telanjur hebat. Moral para perjabat yang sudah berubah menjadi brengse

k. Kekerasan terjadi dimana-mana. Aparat

keamanan tidak lagi menciptakan rasa aman. Menyiksa rakyat. Membunuh, menarik pelatuk senjata dan mengerahka

nnya ke nadi-nadi kaum proletar. Negara ini sedang sakit.

Kabar menyesakkan terbaru bagi kita semua adalah ulah boros p

ara anggota dewan. Menghamburkan uang rakyat demi kepentingan mereka atas nama “agar kami bisa maksimal dalam bekerja dan mengurusi rakyat.” Omong kosong macam apa lagi ini pak?  

Masih melekat dibenak rakyat tentang proyek Pembangunan Gedung Baru DPR yang bernilai Rp 1,7 Triliyun. Kemudian Proyek Pembelian Laptop untuk para anggota DPR senilai Rp 21 Miliar (dipake buat nonton BF). Ruang rapat termewah di seluruh dunia untuk para anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR yang menelan uang rakyat sebesar Rp 20,3 Mi

liar (padahal setiap kali rapat, banyak dari mereka yang tidak hadir, yang hadir pada TIDUR, koplak). Lalu perawatan gedung DPR Senayan, Jakarta untuk tahun 2012 yang dianggarkan sebesar Rp 500 Miliar atau Rp ½ Triliyun.

Tempat buang hajat saja dianggarkan begitu mahal, 2 miliar. Fasilitas parkir 3 miliar. Proyek pengadaan pewangi (pengharum ruangan) , senilai Rp 1,59 miliar (dana diambil dari anggaran tahun 2012). Proyek pengadaan kalender 2012, senilai Rp 1,3 Miliar (dana diambil dari anggaran tahun 2011). Proyek pemeliharaan rusa, perawatan medis rusa dan biaya makan rusa DPR RI, senilai Rp. 598 Juta. (dana diambil dari anggaran tahun 2012). Buka situs resmi situs resmi DPR (dpr.go.id), Senin (16/1/2012). Dalam situs tersebut, anda akan menemukan sejumlah proyek-proyek DPR yang nilainya bisa membuat seseorang merasa sesak dada. Haha nikmati saja. Negara ini dikuasai para tikus rakus. Negara ini sedang sakit.

Eits, tunggu dulu, masih ada berita gembira untuk kalian, untuk rakyat Indonesia. Bahwa subsidi BBM akan dicabut/dibatasi, yang mana itu sama saja dengan menaikan harga BBM menjadi 100%. Bagi kalian yang selama ini memakai premium, mari ganti pertamax, yang harganya 2 kali lipat. Sekali lagi, nikmati saja kawan. Negara ini rusakkkk!!!

Di negeri ini penuh dengan koruptor

Di negeri ini miras tersebar luas

Di negeri ini zinah tidak haram dan dilega

lkan

Di negeri ini ISLAM berarti TERORIS

Di negeri ini sedikit remaja yang perawan

Di negeri ini sekolah mahal

Di negeri ini penuh dengan kemiskinan padahal Indonesia kaya raya

Di negeri ini aliran sesat tumbuh pesat

Di negeri ini banyak orang islam yang tidak islam

Di negeri ini kekayaan di jual ke luar negeri

Di negeri ini banyak yang kelaparan

Di negeri ini ekonominya ribawi

Di negeri ini system yang berkuasa adalah kapitalis-sekuler

Di negeri ini hukum Allah SWT dicampakkan

Dan kawan, di negeri ini kita hidup, menghirup nafas dan menyambung kehidupan, setiap hari kita menyaksikan kerusakan-kerusakan itu. Dan kita bisa berbuat apa? Jika agama kita membenarkan perjuangan dengan kekerasan, membunuh anggota dewan yang korupsi, membakar gedung pemerintah, bar, diskotik, rumah bordil, area perzinahan, dan menampar siapa saja yang tidak menutup aurat dan melakukan pacaran, menghancurkan setiap yang menjadi penghalang dakwah, semuanya dengan kekerasan, niscaya banyak dari kita yang sudah melakukannya untuk mengibarkan bendera REVOLUSI. Sayangnya itu tidak dibenarkan dalam konsep perubahan yang kita perjuangkan.

Perjuangan kita perjuangan yang cerdas. Tanpa kekerasan. Meski itu artinya kita menahan geram yang menyekat nadi. Kita marah. Tapi tidak lantas menjadikan kita ingkar pada metode yang di contohkan rasul. Terus saja bergerak sesuai dengan yang kanjeng Nabi SAW ajarkan. Karena Revolusi itu tidak lama lagi.

Percayalah, sekuat apapun sebuah

rezim yang otoriter, korup, menindas rakyat dan durhaka kepada Allah SWT, meski telah dijaga dengan kekuatan senjata dan didukung oleh negara adidaya, cepat atau lambat pasti akan tumbang dan tersungkur secara tidak terhormat. KEBENARAN PASTI MENANG. DAN ALLAH LAH YANG MAHA BENAR!!

UNTUK PARA WAKIL RAKYAT YANG SERING MENYAKITI HATI RAKYAT, BERTAUBATLAH karena kematian senantiasa berada di kelopak mata ummat manusia!!

bagiin aja ke yang lain bro!

–garisdepan1024–

(ketika tubuh sedang sakit)


gerah

Gerah

kehidupan di negeri ini semakin tidak jelas
korupsi menjadi di mana-mana?
aku muak
gerah
namun, pada siapa aku harus berontak
memprotes segala kekarut marutan ini

andai saja para penguasa itu tahu

jika saja para calo itu mengerti

bahwa kekejian manusia telah mengubah wajah dunia

menuhankan isi kepala yang brengsek itu

padahal hanya Dia yang pantas mengatur semesta

hanya aturan Allah lah yang bisa sejahterakan semua

kembali pada Allah

kembali pada induk segala kebenaran

-garisdepan1924– (Tidak sengaja nulis, haha)